Indonesia

Aku melihat hal yang tak biasa malam ini. Sudah sekitar pukul sembilan malam dan Ibu masih terjaga, ia belum tidur seperti biasanya. Dia masih terlihat begitu kesal dengan kejadian tadi pagi. Entahlah, mungkin dia kesal dengan dirinya sendiri.

Saat aku sedang duduk di sisinya, cerita menjengkelkan tentang pagi tadi berhamburan dari mulutnya, termasuk kronologi pencurian yang baru saja ia alami. Ia masih sangat yakin telah menyimpan ponsel pemberian Bapak dengan sangat baik.

Mau makin eksis di Instagram seperti selebgram-selebgram kekinian? Ada triknya, lho. Kamu juga bisa kok, membuat feed Instagrammu terlihat lebih keren. Yuk, simak di sini:

Sebagai perusahaan pembuat ponsel yang telah lama malang melintang di Indonesia, Advan tidak pernah berhenti menghadirkan terobosan baru untuk memenuhi keinginan konsumen di tanah air di tengah membanjirnya produk-produk yang berasal dari luar negeri.

Bulan Oktober silam, Advan merilis versi pembaruan dari Advan G1 yang diberi nama Advan G1 Pro.
Untuk bisa menyaingi ponsel-ponsel flagship buatan pabrikan luar negeri, Advan G1 Pro dilengkapi dengan berbagai spesifikasi yang tidak kalah dibanding ponsel luar.

Rasa percaya diri (pede) tiap orang berbeda-beda. Ada tipe yang memiliki rasa percaya diri besar, begitu juga sebaliknya. Tak sedikit orang yang justru masuk dalam tipe orang dengan rasa percaya diri yang rendah.

Sudah menjadi hal umum kalau banyak orang memiliki masalah mengenai rasa percaya diri. Mereka terlihat tak nyaman dengan dirinya sendiri. Sementara itu, rasa percaya diri selalu dibutuhkan dalam keseharian.

Rasa minder dengan diri sendiri ini seringkali dialami oleh orang saat ini. Kekuatan dan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri seolah lebur dan hilang dalam diri. Hilangnya rasa percaya diri ini jika dirunut ke belakang, penyebabnya bisa dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Kebiasaan ini kerap dilakukan orang padahal mereka tahu bahwa kebiasaan tersebut adalah kebiasaan yang buruk. Meski sadar dapat berdampak buruk bagi diri sendiri, mereka tetap saja melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Pertanyaan tersebut seringkali kamu dapatkan saat sudah menjalin hubungan selama beberapa waktu. Entah saat kamu lagi datang ke kondangan teman, ketemu keluarga besar, sampai dalam obrolan dengan teman-teman kantor. Awal-awal ditanya kapan nikah sih biasa aja, seneng bahkan. Kamu jadi minta doa agar disegerakan menikah dan ikutan membayangkan betapa bahagianya nanti saat kamu dan pasanganmu menikah. Namun lambat laun kamu jadi sadar bahwa pertanyaan “Kapan nikah?” itu punya beban yang nggak sesederhana kedengarannya.

Bertahun-tahun bersama, akhirnya kamu mulai bertanya-tanya: mampukah kalian berdua menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah ikatan yang sah? Sementara saat kamu sudah mulai galau, pasanganmu masih terlihat selow. Kamu sampai bingung sendiri, kenapa cowokmu bisa se-selow ini. Nah biar cowokmu peka, kamu bisa loh ngasi dia kode yang ngena. Coba deh gunakan kode-kode di bawah ini pada pasanganmu. Siapa tahu kan cowokmu jadi paham kalau sebenarnya kamu udah pengen dilamar~