English
06 March 2019

Advan S6 Plus Ludes Terjual di Marketplace pada Penjualan Hari Pertama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Smartphone terbaru besutan vendor lokal, Advan, yaitu Advan S6 Plus mulai dijual secara ekslusif di Tokopedia pada Rabu (27/2/2019).

Di hari pertama penjualannya, Advan S6 Plus sukses terjual habis. Advan mengklaim bahwa ini pertanda produk dalam negeri Advan tetap diterima konsumen. Advan S6 Plus sendiri dibandrol seharga Rp 800 ribuan.

Public Relations Manager Advan, Mohamad Ilham Pratama, mengatakan bahwa satu hari setelah peluncurannya di Jakarta, Selasa (26/2) Advan S6 Plus menjadi buruan konsumen di marketplace pada Rabu lalu.

Di Tokopedia, Advan s6 Plus dijual ekslusif seharga Rp 799 ribu, lebih murah dari harga normal yakni Rp 888 ribu. Ini dilakukan karena permintaan smartphone Android GO Advan s6 Plus tinggi.

"Hal tersebut merupakan pertanda bahwa smartphone Advan s6 Plus diterima oleh masyarakat Indonesia," kata Ilham kepada Tribun Jabar, Kamis (28/2/2019).

Iham menyebutkan bahwa Advan s6 Plus menjalankan sistem operasi Android GO dilengkapi pendeteksi wajah, lalu layar lebar 5,5 inci rasio 18:9 yang menjadikan gadget ini berada di atas value-nya.

Saat penjualan perdana kemarin, kata Ilham, hanya dalam beberapa jam saja Advan s6 Plus ludes terjual.

“Sebagai brand Indonesia satu-satunya yang ada di top 5 pasar smartphone tanah air, Advan berkomitmen akan selalu menghadirkan produk terbaik dan yang dibutuhkan Indonesia,” jelasnya.

Sebagai smartphone yang menjalankan system operasi Android GOAdvan s6 Plus memiliki peforma lebih optimal, lancar tanpa kendala. Walapun perangkat tersebut hanya didukung RAM 1 GB dan ROM 8 GB.

Menurut Ilham, dengan memiliki Advan s6 Plus, konsumen sudah mempunyai smartphone layar 5,5 inci full view display. Layar lebar membuat menonton video atau beragam aktivitas kian mengasyikan ditambah perangkat ini sudah mendukungh jaringan 4G.

"Hal lain yang menarik adalah telah dibekali system keamanan pendeteksi wajah atau Face ID. Membuka layar dengan cepat cukup mengenali wajah pengguna yang didaftarkan," ujarnya. (kemal setia permana)